Ya Tuhanku, kenapa engkau tidak menolongku ?

Ada seorang laki – laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Bulan – bulan musim penghujan sudah dimulai.

Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat.

Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras agak berkepanjangan, permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir.

Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang – orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalau permukaan air semakin tinggi.

Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang tinggal dirumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki tersebut.

“Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakin tinggi”, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut. Baca lebih lanjut

Bilangan 0 (Nol) dan Bilangan 1 (satu) yang misterius…

01.jpgCobalah sebutkan angka terbesar yang kita ketahui, dan kalikanlah dengan angka Nol, kita akan mendapatkan hasil selalu Nol.

Cobalah sebutkan angka terkecil yang kita ketahui, dan bagilah dengan angka Nol, kita akan mendapatkan hasil Tidak Terhingga.

Sedang angka 1, berapapun angka yang kita sebutkan, dibagi ataupun dikali hasilnya selalu sama dengan bilangan itu sendiri.

Angka Nol adalah representasi dari KEIKHLASAN. KEIKHLASAN selalu membawa/ membuahkan KEBERKAHAN.

Angka Satu adalah representasi kebalikan dari KEIKHLASAN. Dan KETIDAK IKHLASAN tidak pernah membawa keberkahan.

Manusia dengan kehidupannya, pada awalnya dan masa kanak-kanaknya berada pada posisi angka Nol. Semakin dewasa, dengan segala pengalaman hidupnya dia akan bergerak naik turun ke arah 1 atau ke arah 0. Baca lebih lanjut

Awas .. ada dua orang Gila datang….

diambil dari berbagai sumber
kuda2.jpg

Seorang ayah bersama anaknya melakukan perjalanan keluar kota dengan menaiki kudanya yang masih muda dan belum terlalu besar. Mereka melewati keramaian dan pasar sebelum menembus batas kota.

Ayahnya berjalan sambil menuntun kuda yang dinaiki anaknya. Dalam perjalanan mereka mendengar bisik-bisik orang yang berkata:”Dasar anak tidak tahu diri, enak-enak naik kuda dan bapaknya disuruh nuntun”.

Ayah dan anak setelah mendengar ini bersepakat untuk tukar tempat, ayahnya menaiki kuda sedang anaknya berjalan sambil menuntun kuda. Mereka melanjutkan perjalanan kembali. Pada saat melewai kerumunan di pasar mereka mendengar bisik-bisik kembali. “Dasar Bapak tidak tahu di untung, udah badannya gede naik kuda yang masih kecil, terus tega-teganya anaknya disuruh berjalan kaki”. Baca lebih lanjut

Belajar dari pohon Bambu..

bambu01.jpgMemotong bambu ada caranya. Siapkan golok yang paling tajam, dan potonglah bambu secara tegak lurus. Apa hasilnya? Bambu akan banyak retak, bukannya kita mendapatkan potongan bambu yang baik malah akan mendapatkan bambu yang retak dan pecah.

Coba kita potong bambu dengan golok yang tidak terlalu tajam dengan cara memotongnya dari arah miring, maka kita akan mendapatkan potongan bambu yang mulus.

Gergajilah bambu secara tegak lurus dengan cepat, kita akan mendapatkan potongan bambu yang seolah bagus padahal kulit arinya banyak yang sobek. Baca lebih lanjut

Manusia dan 2 Burung Gagak..

diambil dari berbagai sumber

Seekor gagak sedang berdiri santai di antara beberapa pepohonan. Tampak sekali kalau gagak ini termasuk gagak pemalas.  Sedari tadi seseorang memperhatikan gagak tersebut, dia ingin tahu apa yang sedang dan akan dilakukan gagak tersebut.

Sudah beberapa saat mengamati, apa yang dilakukan gagak hanya berdiri, tiduran, mengais-ngais bulunya.

Tiba-tiba datang seekor Gagak dari angkasa. Gagak ini tampak gesit, dan diparuhnya terlihat sepotong roti. Burung ini mendekati gagak yang baru santai, kemudian melepaskan potongan roti itu dari mulutnya untuk diberikan kepada sang gagak.

Semua itu tidak terlepas dari pengamatan orang tersebut. “Hmm.. ternyata benar apa yang telah Allah tetapkan, bahwa Allah akan menjamin rizki setiap makhluk yang diciptakannya” demikian kesimpulan orang tersebut.

Sejak hari itu, orang tersebut lebih banyak berdiam diri dan berdoa. Dia yakin bahwa kalau memang sudah rizkinya dia akan mendapatkannya. Baca lebih lanjut

Beruang Besar dan si Ikan Kecil…

Seekor Beruang berhasil menangkap seekor ikan kecil. Pada saat sang Beruang akan memasukkan ikan itu kemulutnya, tiba-tiba ikan itu berkata:

“Wahai Beruang, coba lihatlah badanmu. Badanmu begitu besar, sedang aku begitu kecil. Lepaskanlah aku, aku terlalu kecil untuk kamu makan. Biarkan aku menjadi besar dahulu baru nanti engkau ambil lagi untuk jadi santapanmu.”

Beruang menghentikan tangannya, kemudian memandang ikan itu lalu berkata:” Hei ikan, kamu tahu kenapa aku besar seperti ini?’

Ikan itu menjawab :”Aku tidak tahu”.

Camkan ini ikan kecil, badanku besar begini karena aku tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan sekecil apapun yang ada didepanku“, kata sang Beruang.

“Ooops., nyam.. nyamm”.

Lari .. Lari.. dan Teruslah Berlari.. (Run.. Run..)

sumber : disarikan dari buku Time to Change oleh Hari Subagyo

lari-lari-teruslah-berlari.jpgPada suatu hari seekor Keledai milik seorang petani terperosok ke dalam sumur tua. Keledai ini menangis berjam-jam secara memilukan, sementara Petani memikirkan apa yang harus diperbuatnya.

Akhirnya petani mengambil keputusan untuk menutup sumur tersebut bersama keledainya. Pertimbangan ini diambil karena pertama : kalau sumur tidak ditutup nanti akan membahayakan orang lain. Pertimbangan kedua: Keledai tersebut sudah tua sehingga tidak terlalu berguna untuk di tolong.

Si Petani kemudian mengajak tetangga membantu menutup sumur tersebut.

Dengan sekop, pacul maka mulailah mereka menimbunkan tanah dan kerikil ke dalam sumur. Pada awalnya si Keledai berteriak-teriak sambil menangis pilu. Punggungnya tertimpa gumpalan tanah dan batu kerikil. Tapi setelah beberapa saat sang Keledai kelihatan begitu tenang.

Petani dan para tetangga heran Baca lebih lanjut