Inilah Aku, . . . . , Apa Adanya . . .

«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارُ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ»

Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; dan setan-setan dibelenggu (HR Muslim).

Setan-setan dibelenggu

Tidak ada kesempatan mengganggu

Apa yang kita mau dan tidak mau

Seperti apa Aku saat ini?

Waktu yang tepat untuk bercermin diri

Dapat melihat seluruh wajah asli

Apakah aku masih senang bermaksiat

Apakah aku masih senang mengumbar laknat

Apakah aku masih ringan menjalankan dosa

Tanpa beban tanpa Rasa

Ataukah aku semakin tunduk

Pagi siang malam menangis terguguk

Mengingat dosa yang semakin bertumpuk-tumpuk

Sedangkan tulang belulang sudah semakin lapuk

Ramadhan . . . .

Inilah waktu yang tepat bercermin diri

Apa yang kita lakukan bukan karena dihasut dan digoda oleh Setan yang pendengki

Tetapi karena memang kemauan kita sendiri

Yang mampu atau tidak mampu mengendalikan diri

dari nafsu-nafsu yang diumbar atau yang terkendali

Satu pemikiran pada “Inilah Aku, . . . . , Apa Adanya . . .

  1. Waduh kalau rahmadan setan setan di belenggu dan tidak ada kesempatan mengganggu,berarti nggak ada orang jelek dong di bulan itu,alias bagus semua,nggak ada orang korupsi dong,kasihan para koruptor ya mas,badahal habis rahmadan itu 1 syawal alias lebaran,nggak bisa beli mobil baru,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s