Pintu dan Kunci Nya . . .

pintu dan kunci

Dalam kita menjalani hidup dan kehidupan ini, ada dua hal yang penting sebelum kita kembali.

Hal pertama dan hal kedua semuanya penting dan tidak dapat ditinggalkan salah satunya.

Dua hal ini ibarat Pintu dan Kuncinya. Pintu tanpa kunci? Kita hanya dapat memandang keindahannya tanpa kita dapat masuk kedalamnya.

Kunci Tanpa Pintu? Kita hanya dapat menimang-nimang keelokan kunci tanpa kita tahu Pintu mana yang harus kita masuki.

Beramal sholeh, bekerja dengan sungguh-sungguh dengan amanah dan jujur, berbuat beramal setiap hari untuk sebesar-besar manfaat kita untuk orang lain dimulai dari orang tua kita, keluarga dan anak-anak serta lingkungan sekitar kita.

Ini adalah ibarat pintunya.

Semakin kita beramal sholeh dan semakin besar manfaat kita bagi sesama akan semakin indahlah Pintu yang kita buat, tapi kita tak pernah bisa memasukinya karena tidak memiliki kunci.

Memelihara sholat, berdzikir dan berdoa untuk mendekatkan diri pada tuhan kita yang Agung Allah s.w.t ibarat kita membuat Kunci yang indah untuk Pintu yang telah kita buat.

Apabila kita telah melaksanakan kedua-duanya, maka selamatlah kita. Kita telah membangun Pintu gerbang menuju Ilahi, menuju ridhonya.

Orang yang tidak pernah melakukan kedua-duanya, celakalah dia.

Dia tidak akan pernah kemana-mana. Dia akan terkurung dengan ruangannya sendiri beserta segala nafsunya, sampai akhir.

Inilah Aku, . . . . , Apa Adanya . . .

«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارُ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ»

Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; dan setan-setan dibelenggu (HR Muslim).

Setan-setan dibelenggu

Tidak ada kesempatan mengganggu

Apa yang kita mau dan tidak mau

Seperti apa Aku saat ini?

Waktu yang tepat untuk bercermin diri

Dapat melihat seluruh wajah asli

Apakah aku masih senang bermaksiat

Apakah aku masih senang mengumbar laknat

Apakah aku masih ringan menjalankan dosa

Tanpa beban tanpa Rasa

Ataukah aku semakin tunduk

Pagi siang malam menangis terguguk

Mengingat dosa yang semakin bertumpuk-tumpuk

Sedangkan tulang belulang sudah semakin lapuk

Ramadhan . . . .

Inilah waktu yang tepat bercermin diri

Apa yang kita lakukan bukan karena dihasut dan digoda oleh Setan yang pendengki

Tetapi karena memang kemauan kita sendiri

Yang mampu atau tidak mampu mengendalikan diri

dari nafsu-nafsu yang diumbar atau yang terkendali