Dan Gajahpun Tersenyum . . . .

gajah.gifSebuah Kisah klasik, yang hampir semua orang pernah mendengarnya.

Ada seekor Gajah di dalam ruang yang Gelap Pekat, kemudian ada beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu.

Dikatakan kepada mereka : “Engkau akan menjumpai seekor Binatang Besar di dalam ruangan ini, coba engkau kenali dengan baik-baik Binatang ini”.

Kemudian orang-orang ini dengan tertatih-tatih mencoba mendekati Binatang ini, dan selang beberapa waktu akhirnya mereka mampu mencapai dan menggapai si Gajah. Kemudian di dalam kegelapan itu masing-masing orang berusaha melakukan observasi. Tentu saja observasi ini sangat dipengaruhi dengan keadaan masing-masing orang, baik pengalamannya, ketinggian ilmunya, Kebijaksanaannya dan lain-lain.

Setelah selesai melakukan observasi, akhirnya orang-orang tersebut keluar dari ruangan tersebut, dan berkumpul di sebuah ruangan diskusi. Mereka masing-masing tentu saja mempunyai gambaran sendiri-sendiri mengenai binatang yang baru saja mereka observasi.

Dari hasil pembicaraan Awal ternyata hasil Observasi masing-masing hasilnya berbeda, yaitu:

  • Binatang ini seperti Kipas : karena saat itu kebetulan dia memegang Kuping gajah yang Lebar
  • Binatang ini seperti Tali Jemuran : kebetulan orang ini memegang Ekor Gajah
  • Binatang ini seperti Ular : kebetulan orang ini memegang Belalai si Gajah
  • Binatang ini seperti Dinding : kebetulan orang ini memegang Perut Gajah yang Besar
  • Binatang ini seperti Pohon yang kokoh : kebetulan orang ini memegang Kaki Gajah yang besar.

Orang Pertama : (yang kebetulan memegan kuping Gajah) mengatakan : “Binatang ini bentuknya Pipih, Lebar seperti Kipas Besar yang biasa kita pakai saat kita kepanasan, itu menurut saya berdasarkan hasil Observasi saya. Dan saya meyakini bahwa Binatang ini benar-benar seperti Kipas, lha kalau saudara-saudara yang lain menganggap bahwa bentuknya bukan seperti Kipas ya silakan saja

Orang Kedua : (yang kebetulan memegang Ekor Gajah) mengatakan : “Sudah pasti, Gajah ini seperti Tali Jemuran, Anda-anda yang menyimpulkan bahwa Gajah tidak seperti Tali Jemuran jelas-jelas telah melakukan kesalahan yang Fatal dan Sesat. Untuk itu saya ulangi sekali lagi, Gajah adalah binantang yang bentuknya seperti Tali Jemuran. Bahwa gajah itu seperti Kipas Angin, Tembok, Ular, Dinding atau Pohon adalah sebuah kesimpulan yang bodoh dan tak berdasar. Percayalah dengan kesimpulan saya, maka anda semua akan selamat.

Orang Ketiga : (yang kebetulan memegang Belalai Gajah) : Orang ketiga ini diam saja, tidak menyatakan satu patah katapun. Diam – tidak berkomentar, hanya dalam hatinya dia meyakini dengan sangat yakin bahwa Gajah adalah binantang yang bentuknya seperti Ular, tidak seperti yang digambarkan oleh yang lain.

Orang Keempat: (yang kebetulan memegang Badan si Gajah) : “Dari hasil Observasi, saya meyakini bahwa Gajah ini bentuknya seperti Dinding. Saya menghargai saudara-saudara yang punya pendapat lain, karena saya juga meyakini bahwa saudara-saudara adalah orang-orang yang memiliki Pengetahuan, Pengalaman yang Luas serta kebijaksanaan. Untuk itu marilah kita saling menghargai masing-masing pendapat.

Orang Kelima : (yang kebetulan memegang Kaki Gajah): “Bagaimana kalau kita mengakhiri diskusi ini? Karena sepertinya tidak akan pernah tercapai kesepakatan. Saya malah mengusulkan diskusi tentang bahasan bagaimana kita mengajak orang-orang yang saat ini belum berkesempatan mengenal Gajah, menyentuh si Gajah, atau orang-orang yang tidak percaya bahwa ada Gajah di ruangan itu?”

Demikian diskusi ini berlangsung. . . ., Siapakah Kita? Orang Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat atau Kelima?

catatan : Pada saat diskusi, di dalam ruangan si Gajah sedang berdiri diam sambil tersenyum. Hari ini dia merasa ada 5 orang yang menyentuhnya (tidak peduli ada yang menyentuh ekor, badan, kaki, telinga atau yang lain). Dia hanya peduli bahwa hari ini ada lima orang yang menyentuhnya . . .

3 pemikiran pada “Dan Gajahpun Tersenyum . . . .

  1. he..he..kalo pas mati lampu listrik bisa dipraktekin tuh kang..grayak-grayak ditempat gelap eh megang sesuatu..bentuknya panjang, gede dan lentur..mantebs pokoknya..apaan tuhh?? setelah lampu hidup baru keliatan tuh barang, ha kok ternyata uler sanca..he..hee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s