Alif Laam Miim . . .

Surah Al Baqarah (002:1-9)

  1. Alif laam miim.
  2. Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
  3. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
  4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur`an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat
  5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
  6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
  7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat
  8. Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
  9. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

Apa yang bisa kita ambil hikmah dari surah ini:

Mari kita urutkan dari atas ke bawah:

Pertama : Alif Laam Miim,

Kedua: Ciri / Syarat Orang dikatakan atau sudah Bertaqwa adalah:

  • Percaya pada yang Ghaib
  • Mendirikan Sholat
  • Menafkahkan sebagian rizki
  • Beriman kepada kitab Al Qur’an serta Kitab-kitab terdahulu
  • Percaya pada kehidupan Akhirat

Ketiga : Ciri Orang Kafir

  • Diberi peringatan atau tidak tetap tidak beriman karena Hati, Pendengaran, Penglihatan sudah dikunci mati dan ditutup
  • Mengatakan Percaya pada Allah dan Hari Kemudian, tapi hatinya tidak
  • Merasa dapat menipu orang lain, padahal sesungguhnya mereka menipu diri sendiri

Kita lihat yang kedua terlebih dahulu: Orang bertaqwa. Ciri-ciri orang bertaqwa adalah seperti yang telah dituliskan di atas, tentu saja dengan urutan seperti yang telah tertulis di AlQur’an.

Apa yang bisa kita ambil hikmah dari sini?.

Awal dan yang utama adalah percaya pada yang Ghaib, salah satunya adalah percaya pada yang maha Kuasa dan maha Perkasa yaitu Allah s.w.t.

Apakah kita sudah sungguh2 percaya? Apakah kepercayaan kita pada Allah sudah benar2 teguh, walau dalam kondisi apapun (baik dalam kondisi bahagia, enak, banyak rizki atau dalam kondisi sedang mengalami banyak cobaan).

Yang bisa menjawab ini hanya kita sendiri yaitu hati kita. Hati kita pasti bisa menjawab dan tidak berbohong walau hanya ada sedikit rasa kurang percaya pada Allah.

Kalau yang urutan pertama ini kita masih belum bisa lolos, jangan pernah berharap kita bisa menjalankan syarat kedua dengan baik. Jangan pernah kita berharap dapat mendirikan sholat, mungkin yang kita kerjakan adalah hanya mengerjakan sholat.

Sedang sholat sendiri esensinya adalah merendahkan diri dan berdoa penuh harap pada sang Khalik.

Apabila kita sudah benar2 teguh dalam percaya pada yang ghaib, maka Insya Allah kita akan mampu untuk mendirikan sholat.

Konsekuensi dari kemampuan kita mendirikan sholat adalah adanya kemampuan melakukan tindakan-tindakan nyata dengan hanya mengharap ridhonya yaitu melakukan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-harinya. Ini tergambar dalam ciri berikutnya yaitu Menafkahkan sebagian rizki yang diperolehnya. Rizki banyak macamnya, harta benda, kesehatan, keluarga, kemampuan dll.

Setelah tahap ini tercapai, maka Insya Allah kita mampu benar2 mencintai dan mengimani Kitab Suci AlQur’an dan kitab yang terdahulu. Mencitai artinya kita akan selalu rindu untuk bertemu, membuka, mengkaji. Mengatakan cinta hanya di bibir bukan di hati tidak akan pernah menimbulkan rasa kangen dan rasa sayang, yang ada hanyalah kalau membutuhkan akan menghampiri, kalau tidak membutuhkan akan mengabaikannya (misalnya Al Qur’an hanya untuk pajangan dan pameran).

Terakhir, setelah kita melewati semua di atas, maka kita akan menjadi Istiqomah dan percaya dan selalu siap tentang adanya kematian dan adanya kehidupan Akhirat.

Sedangkan kunci dari Taqwa ini adalah seperti yang tertulis di ayat pertama yaitu Alif Lam Meem.

Begitu banyak bahasan mengenai tafsir dari 3 huruf ini yaitu Alif Lam dan Miim, dan tidak akan pernah selesai, selalu menjadi hal yang Ghaib.

Ini sebenarnya adalah menohok kita (hati kita), bahwa kita ini sangat kecil, lemah dan sangat terbatas pemikiran dan pengetahuan kita (sejenius apapun kita). Tiga huruf ini saja kita tidak pernah mampu mengungkapkannya, apalagi hal-hal ghaib lain yang jauh lebih dahsyat.

Dengan menyadari keterbatasan kita, maka akan muncullah kepercayaan yang teguh kepada yang ghaib, terutama Allah swt, sehingga kita mampu untuk menjadi orang yang bertaqwa.

Selanjutnya kita bahas mengenai Orang yang Kafir. Terlihat bahwa orang yang kafir itu ciri utamanya adalah dia telah menutup dirinya dengan jalan menutup pintu Hati, Mata dan Pendengarannya karena telah memperturutkan hawa nafsunya, menyombongkan diri dengan segala kelebihan dan kemampuannya, sehingga Allah meneguhkannya dengan semakin tertutup pintu hatinya.

Dia akan melakukan apa saja untuk dirinya dan dunianya termasuk mengatakan dirinya percaya Allah dan dirinya adalah orang yang beriman.

Dia akan melakukan apa saja dengan cara menipu orang-orang. Dia mampu menipu orang-orang tanpa beban, kenapa? Karena terhadap dirinya sendiri saja dia mampu dan tega untuk menipunya, apalagi orang lain, tetapi dia tidak sadar karena kesombongannya.

Padahal Allah telah menantangnya dengan pembukaan suratnya Alif Lam Miim.

Orang yang telah menutup hatinya, maka dia tidak pernah bisa berteguh diri percaya pada yang ghaib terutama pada yang Maha Kuasa Allah s.w.t.

Karena urutan pertama percaya pada yang Ghaib telah tidak lolos, maka urutan berikutnya walaupun dikerjakan hanyalah untuk menipu orang lain dan dirinya sendiri.

Kalapun sholat, hanya mampu menjalankan tapi tidak mendirikan. Diberi kelebihan rizki semakin sombong, berderma karena mencitai dirinya sendiri, diberi kemalangan berkeluh kesah dan mencari jalan pintas tanpa peduli boleh dan tidaknya.

Siapakah kita, dimana kita berada, bagaimana kita?

Hanya hati kita sendiri yang mampu menjawab, bukan orang lain.

Semoga Allah selalu membuka hati kita dan meneguhkan kita.

Apabila ada kesalahan, itu adalah kebodohan saya. Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata.

Marilah kita selalu ingat: Alif Laam Miim.

Kita tutup dengan surah Ali Imran ayat 29:

 

“Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah Mengetahui”. (Ali Imran:29)

 Dan surah Al An’Am ayat 59:

“Dan di sisi-Nya (Allah)-lah segala kunci keghaiban, tiada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dia mengetahui apa-apa yang di daratan dan di lautan. Tiada sehelai daun pun yang jatuh, melainkan Dia mengetahuinya, dan tiada sebutir biji dalam kegelapan dan tiada pula benda yang basah dan yang kering, melainkan semua itu tercatat di dalam kitab yang jelas.” 

 

9 pemikiran pada “Alif Laam Miim . . .

  1. Jadi seperti deretan pintu gerbang ya NIP, Percaya pada yang ghaib merupakan pintu gerbang yang pertama…
    Waah itu baru bagi saya… terima kasih atas pencerahannya… Ass w w

  2. Pakde..th’x pencerahannya. kalo habis buka site ini trus buka nude berarti gua BODOO banget ya. tapi saya kan manusia biasa, pingin juga sekali2 nyimpang2 dikit he..he.

  3. pertamaks===>alif lam mim, huwa Allahu a’lamu bi maqsudi hadzihil kalimah..Hanya Allohlah yang paham akan maksud huruf2 tersebut..menandakan bahwa manusia bodoh, dan banyak2lah berdoa kepada Aloh supaya diberi kepahaman.., mangkanye sebelum baca kalamullah ini kita diminta berlindug kepada Alloh, jangan sampai baru baca dan tahu arti2nya aje dah nyesat2tin orang, nyombongin diri..faidza qora’tal quran fasta’id billahi minasyaitho nirrojim..

    Keduakss===>dzalikal kitab laa raiba fiihi….yang baca , yang dengerin end yang ngamalin harus tasdiq wal yakin, membernarkan dan meyakini bahwa benar alquran adalah kalamullah..

    he..he..inyong serius dikit ya pakdhe yaa…maklum lagi gak edan..klo lagi edan banyak ngibulnya…

    inyong..sibolang

  4. untuk mas Sony dan mas Prie,
    terima kasih commentnya, tapi juga jangan lupa kalau saya mlenceng2 juga diingetin, karena niat awalnya begitu saling mengingatkan.
    Semoga Allah selalu melindungi kita Amien
    Wasalam,

  5. Assalamualaikum. Saya hadir di sini🙂
    Beberapa waktu lalu, guru saya juga pernah menjelaskan hal mengenai surah ini…penjelasan ini mengingatkan saya padanya. terima kasih atas pencerahannya….Berdoa untuk diri saya sendiri; Semoga saya bisa menjadi lebih baik dari sekarang😀
    Wassalam

  6. Wa alaikum salam mbak Ida,
    Terima kasih mbak, dan saya juga berharap demikian setiap hari selalu bisa semakin baik.
    Dan jangan lupa, ini yang saya harapkan, kalau sekiranya saya melenceng, saya juga minta diingatkan.
    Semoga Allah selalu melindungi kita semua, Amien
    Wassalam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s