Kisah Tukang Kayu dengan Rumah terakhirnya..

rumah-kayu.jpg

Home

Seorang tukang kayu yang sudah beranjak tua ingin berhenti bekerja dari Tuannya. Dia ingin berhenti karena ingin menikmati masa tuanya. Tukang ini merupakan kesayangan tuannya karena keahliannya dalam membuat rumah yang indah dari kayu.

Tukang kayu ini kemudian mengemukakan keinginannya kepada Tuannya. Tuannya tidak menolak keinginan si Tukang Kayu, tetapi dia hanya meminta tolong kepada tukang kayu agar membuatkan sebuah rumah lagi sebelum berhenti bekerja.

“Sebelum kamu berhenti, tolong buatkan saya sebuah rumah. Anggap saja ini rumah terakhir yang kamu buat “, demikian ucap Tuan dari tukang kayu.

Si tukang kayu menyanggupi permintaan tuannya. Kemudian tukang kayu mulai mengerjakan pembuatan rumah. Selama membuat rumah, hatinya sudah dipenuhi keinginan dan angan-angan berhenti dari kerja, sehingga dia mengerjakan rumah itu tidak sepenuh hati. Seperti pekerjaan menyerut, mengepas, dan bahkan pekerjaan finishing dia kerjakan tidak teliti, yang penting rumah ini sudah jadi. Dia juga tidak begitu perduli dengan kualitas kayu-kayu yang akan dipakai dalam membuat rumah.

Akhirnya, setelah tiga bulan bekerja, selesailah rumah pesanan Tuannya. Tentu saja rumah tersebut jauh dari indah seperti yang biasa dia buat.

Si tukang kayu kemudian menghadap ke tuannya dan mengatakan bahwa permintaan tuannya sudah dipenuhinya. Tuan tukang kayu langsung mengajak si tukang kayu ke rumah tersebut.

“Dari awal saya sudah berniat memberi suatu hadiah kepada Bapak, waktu bapak ingin berhenti dari perusahaan saya” Tuan dari tukang kayu memulai bicara.

“Nah, rumah yang Bapak buat inilah yang akan saya hadiahkan kepada Bapak. Terimalah Pak” lanjut Tuan dari tukang kayu tersebut.

Si tukang kayu mendengar kata tuannya langsung kaget, dan menyesal sekali. Kenapa waktu membuat rumah ini dia tidak bersungguh-sungguh, memilih material yang paling baik, mengerjakan dengan sepenuh hati seperti dulu yang pernah dia lakukan.

Demikian juga kehidupan kita di dunia ini. Kita masing-masing mempersiapkan bangunan rumah yang akan kita tempati di akhirat. Monggo memilih mana yang diinginkan. Mempersiapkan rumah sungguh-sungguh dengan mentaati perintah-perintah Allah s.w.t atau mengambil pilihan lain.

13 pemikiran pada “Kisah Tukang Kayu dengan Rumah terakhirnya..

  1. Memang benar kalau kita bekerja tidak sepenuh hati dan ihklas maka semuanya akan berakibat yang kurang baik, tapi sebaliknya jika kita mengerjakan sesuatu dengan ihklas dan sungguh sungguh akan menghasilkan suatu hasil yang tidak mengecewakan dan puas tanpa mengharapkan keuntungan yang berlipat ganda.

  2. Artinya bekerjalah Ikhlas. Anggap saja yang dikerjakan adalah rumah sendiri. Nah kalau rumah ini benar2 milik tuannya, maka tetap ia akan berpahala karena telah membuat rumah yang terbaik untuk tuannya.

  3. cerita tukang kayu merupakan sebagian dari cerita rakyat yang pelru kita ambil hikmahnya… dalam kehidupan… bermasyarakat….
    kami dari Kaltim banyak punya cerita rakyat dalam memberikan motivasi kehidupan beragama, sosial dan adaptasi ke lingkungan sekitar, seperti cerita : Pesut Mahakam, Hantu Suluh, Anak Raja, Raja Mulawarman yang Bijak, Tukang Kebun, Anak Durhaka, dll.

    Pantu :

    Jalan-jalan ke Pedalaman Kalimantan
    Lihat Hutan Masih Perawan….
    Kawan yang bijak…. jangan beranjak
    Buat harimu…… penuh ilmu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s