Maaf Bapak dipanggil Bos, ada masalah Penting..

Budi anak pak Sanip yang bekerja di perusahaan yang sangat mapan sedang sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya.  Mejanya tampak berantakan, kertas-kertas bertebaran disekelilingnya. Bajunya juga nampak sudah tidak rapi.  Mukanya tampak sangat serius melihat kertas-kertas di depan mejanya.

Tiba-tiba telepon di mejanya berdering. Budi mengangkat telepon, dari seberang terdengar suara : “Maaf pak Budi, Bapak dipanggil Bos sekarang juga, ada hal yang sangat penting. Tolong jangan lupa bawa berkas hasil meeting kemarin”. Ini adalah suara sekretaris Bos.

Budi agak panik, dan secepatnya menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan sambil tanganya juga berusaha merapikan pakaiannya serta merapikan rambutnya. Dia melihat sepintas penampilannya apakah sudah OK atau belum, alu setengah berlari menuju ke ruang Bos.  Budi memang salah satu karyawan yang dedikasi, disiplin dan loyalitasnya sangat tinggi.

Ini adalah salah satu fragment kehidupan kerja yang pasti hampir semua orang mengalaminya, walaupun bentuk dan ceritanya agak berbeda. Dan ini terjadi setiap hari, dari hari ke hari, dan dari tahun ke tahun.

Adakah yang salah dalam peristiwa ini?

Pada dasarnya tidak ada yang salah, kecuali kalau dibandingkan dengan cerita berikut ini.

Hari ini di kantor Budi agak santai. Hampir seluruh pekerjaan yang pending sudah diselesaikan kemarin sore. Mejanya tampak rapi, tidak ada kertas berserakan di sekelilingnya. Semua buku dan berkas-berkas ada pada tempatnya.

Budi tampak sedang membaca Koran pagi yang belum sempat dibacanya sambil bersandar di kursi. Jam sudah menunjukkan pukul 13.15.  Tiba-tiba telepon berdering. Budi mengangkat telpon dan dari seberang terdengar suara sekretaris Bos : “Maaf pak Budi, sekedar mengingatkan bapak sudah sholat dzuhur belum? ini sudah jam satu lebih loh”.

” Oh ya terima kasih, mbak sudah ngingetin saya”, kemudian Budi menutup teleponnya, lalu melanjutkan membaca koran yang belum selesai dibacanya. Setelah puas membolak-balik koran, Budi berdiri agak ogah-ogahan dan pergi ke Musholla kantor untuk sholat Dzuhur.

Apakah kita seperti budi, hanya hati kita dan Allah jua yang tahu.

Adakah yang salah?

Paling tidak kita sudah melakukannya, daripada bolong-bolong atau malah bahkan tidak pernah sekalipun menghadap. Ya hanya kadang-kadang agak lucu, menghadap Bos buru-buru dan harus rapi tapi menghadap sang Pencipta menunda-nunda dan bahkan ber kaos ria saja.

3 pemikiran pada “Maaf Bapak dipanggil Bos, ada masalah Penting..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s