Belajar dari pohon Bambu..

bambu01.jpgMemotong bambu ada caranya. Siapkan golok yang paling tajam, dan potonglah bambu secara tegak lurus. Apa hasilnya? Bambu akan banyak retak, bukannya kita mendapatkan potongan bambu yang baik malah akan mendapatkan bambu yang retak dan pecah.

Coba kita potong bambu dengan golok yang tidak terlalu tajam dengan cara memotongnya dari arah miring, maka kita akan mendapatkan potongan bambu yang mulus.

Gergajilah bambu secara tegak lurus dengan cepat, kita akan mendapatkan potongan bambu yang seolah bagus padahal kulit arinya banyak yang sobek.

Gergajilah bambu dengan hati-hati, maka kita akan mendapatkan potongan bambu yang sangat mulus dan bagus.

Bagian bawah bambu besar dan kokoh menghunjam ke tanah sedang bagian atas kecil dan lentur, dapat bergerak kekiri dan ke kanan tetapi tanpa meninggalkan pokoknya.

Demikianlah halnya dengan manusia. Manusia seperti sebatang pohon bambu. Kita dapat belajar dari cara memotong bambu dalam menghadapi manusia.

Persiapkan golok yang tajam, jangan memotong langsung ke sasaran karena akan sia-sia dan dua-duanya terluka. Atau persiapkan gergaji yang tajam, dan gergajilah sedikit demi sedikit, maka akan diperoleh kemenangan dua-duanya.

Kanjeng Nabi yang kita cintai Muhammad SAW membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mengubah rumpun bambu yang liar menjadi potongan-potongan bambu yang indah.

Maka, menghadapi apapun kita harus selalu mengedepankan 2 buah senjata yang ampuh: Ikhlas dan Sabar. Dua senjata ini akan selalu memberikan hasil yang indah.

Kemarahan adalah Golok tajam yang dihunjamkan tegak lurus ke batang bambu.

Ketergesa-gesaan adalah seperti menggergaji batang bambu dengan cepat.

3 pemikiran pada “Belajar dari pohon Bambu..

  1. Wah serrr rasanya kalo kita renungkan bambu dengan manusia memang sangat bagus..kalo kita tidak melukai orang lain walo orang lain berbuat jahat atau kurang baik terhadap kita..maka kita harus sabar dan ingat Tuhan Maha adil biarlah Dia yang memberikan balasan….dan dekatkan diri KepadaNya

  2. betul bang frans.., kesabaran itu memang lebih membumi. tengoklah, seluruh karya-karya seni yang indah dan monumental, selalu dikerjakan dengan kesabaran dan kecintaan yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s