Pelangi Pelangi Alangkah Indahmu ,, Merah Kuning Hijau ,,

Mantunya pak Sanip kelihatan uring-uringan seharian ini. Apa yang dikerjakan jadi banyak salahnya.

pelangi2.jpgPak Sanip yang masih menginap di rumah anaknya sudah memperhatikan keadaan ini dari siang hari.

Akhirnya pak Sanip tidak tahan untuk bertanya, ada apa sebenarnya yang sedang dirasakan oleh anak mantunya ini.

“Pusing Pak, tinggal di komplek Perumahan begini. Ada saja suara-suara nggak enak yang harus di dengar tiap hari”.

“Ada saja yang diomongin orang tentang saya Pak, emang saya ini salah apa?”, mantunya langsung berbicara panjang lebar, seolah ingin melepas beban yang ada di hatinya.

“Tapi ada juga kan yang kompak sama kamu Nak?” tanya pak Sanip.

“Ya ada sih pak, saya paling kompak dengan bu Yuli, bu Marni dan bu Rita” sahut mantunya.

“Ya kalau begitu bagus lah Nak” timpal pak Sanip.

“Bagus bagaimana pak, yang kompak sih ada, tapi yang ngomongin kita-kita juga nggak kurang. Mbok ya kompak begitu. Seperti bu Linda, ada saja yang diomongin tentang bu Marni. Terus ibu yang di pojok sana, ada saja yang diomongin tentang saya Pak. Dia itu orangnya judes, banyak omong dan suka ngomongin orang, sebel saya pak” mantu pak Sanip nyerocos tak bisa di bendung.

“Ya kalau masih ada yang kompak kan kamu bisa curhat bersama-sama. Betul Kan? Kata pak Sanip.

“Lha iyalah pak, kalau ketemu sama kompakan saya, ya saling curhat ngurangin beban” kata mantunya.

“Terus bedanya kamu dengan bu Linda dan ibu yang di pojok sana itu apa?, tegas pak Sanip.

“Saya sama teman-teman kan sekedar curhat saja pak” sahut mantunya.

“Bu Linda suka ngomongin, ibu yang di pojok sana judes, bawel suka ngomongin, dan kamu sendiri pas dengan kompakanmu bercurhat kan juga ngomongin orang kan?. Itu kan sama juga sami mawon Nak. Terus bedanya apa?”.

“Sudahlah, yang namanya bertetangga itu pasti orangnya beda-beda. Ada yang suka, ada yang tidak, ada yang pendiam ada yang bawel, ada yang sabar ada yang judes. Justru disitu letak indahnya bertetangga. “

“Kalau kamu ingin semua baik sama kamu, saya khawatir kamu nanti lama-lama merasa jadi orang yang sudah baik, sudah sempurna dan ujung-ujungnya akan timbul kesombongan dalam hatimu. Bersyukurlah masih ada yang ngomongin kamu, sehingga kamu akan selalu merasa masih banyak yang harus diperbaiki”, pak Sanip mengakhiri pembicaraan lalu mengajak cucunya menyanyikan lagu Pelangi-Pelangi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s