Esok, matahari akan terbit seperti sediakala..

matahari_terbit.jpgPak Sanip minggu ini menyempatkan pergi dan menginap di rumah anak laki-lakinya nomor 2. Anaknya bekerja pada sebuag perusahaan cukup ternama dengan kedudukan yang lumayan pula. Biasanya anaknya berangkat pagi-pagi sekali dan baru pulang setelah agak larut.

Sudah 2 hari pak Sanip menginap disitu. Seperti biasa, pada hari ketiga setelah agak larut, anaknya baru pulang kerja. Hanya hari ini anaknya kelihatan agak lain, badannya kelihatan kusut dan wajahnya keruh.

Pak Sanip membiarkan anaknya masuk, sampai dia sudah ganti baju, dan duduk dikursi sambil menikmati minum kopi yang sudah dipersiapkan istrinya.

Pak Sanip mendekati anaknya. “Hari ini kamu agak lain dibanding biasanya. Apa ada sesuatu yang mengganggu anakku?”

“Iya pak, pusing saya pak, kayaknya hari ini akan sulit bagi saya tidur. Sudah di kantor tadi banyak masalah dan belum selesai, bawahan banyak yang nggak ngerti maksud saya, di tambah Bos ngomel-ngomel sepanjang hari. Pusing saya pak. Kadang-kadang saya merasa apa yang saya peroleh tidak sesuai dengan stress yang saya terima”, jawab anaknya sambil sekali-sekali mengurut kepalanya.

“Masalahmu apa bisa kamu fikirkan atau selesaikan sekarang Nak?”, ujar pak Sanip lembut.

“Ya nggak mungkin lah pak saya selesaikan disini, paling ya besok setelah saya di kantor. Saya baru bisa menyelesaikan masalah-masalah tadi”, ujar anaknya.

“Ya sudah kalau kamu nggak bisa menyelesaikan sekarang. Kalau begitu kamu punya 2 pilihan yang harus kamu pilih salah satu dan tentu saja dengan konsekuensinya”, pak Sanip melanjutkan.

“Pilihan apa itu Pak?, kata anaknya sambil memperhatikan pak Sanip dengan serius.

“Pilihan pertama, kamu fikirkan masalahmu ini sampai besok pagi, konsekuensinya kamu tambah stress, kamu nggak sempat memperhatikan anak2mu yang baru lucu-lucunya itu, di tambah kamu pasti tidak memperhatikan dan memberi kasih sayang istrimu. Dan ini tidak menyelesaikan masalahmu, karena baru besok kamu bisa menyelesaikannya”.

“Pilihan kedua, kamu kunci sementara masalahmu di kantor terus pindahkan hatimu di rumah. ambil wudhu, sholat, kalau perlu ngaji. Hatimu tenang, kamu bisa bermain dengan anakmu dan masih bisa memperhatikan istrimu. Besok kalau sudah di kantor, baru kamu pindah hatimu ke masalah yang di kantor”.

Apapun pilihanmu Nak” Kata pak Sanip menekankan. “Apapun pilihan yang kamu ambil, besok pagi Matahari akan tetap terbit seperti sediakala”. Pak Sanip menutup pembicaraannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s