KESALAHAN TERBESAR MANUSIA MODERN (Bagian 1)

dipersiapkan oleh : bdautika & M-Goenk

(Penelitian ini dilakukan oleh M-Goenk dan tidak mengadopsi dari hasil Penelitian manapun)

Home 

RANGKUMAN :

brainheart.jpgKajian berikut akan mengajak anda bereksplorasi terhadap sesuatu yang hampir tiap hari kita manfaatkan, dan telah dibahas, diteliti, dikaji sepanjang sejarah manusia, yaitu masalah Keajaiban Otak.

Tulisan ini tidak akan menjelaskan Kajian Ilmiah secara Detil, tetapi akan membahas secara garis besar dari Penelitian mengenai Otak Manusia.

Kalau saat ini hampir dapat dikatakan kajian mengenai Otak dilakukan dengan disiplin tersendiri, maka Penelitian kami mengarah kepada Penelitian dan Pengkajian Efisiensi Otak serta Korelasi dengan Kondisi Hati.

Apabila dalam tulisan ini dikatakan HATI, maka ini mencakup baik secara biologis maupun non biologis (“Qalbu”), demikian juga dengan OTAK, maka ini mencakup baik secara biologis maupun non biologis.

Tulisan ini akan membahas mulai dari Pendahuluan, garis besar dan akan diakhiri dengan bagaimana cara-cara meningkatkan efisiensi Otak dengan berpegang pada adanya korelasi Hati dan Otak.

Tentu saja, kupasan tidak akan detil ilmiah, karena memerlukan forum tersendiri, hanya harapan Penulis bahwa tulisan ini dapat memberikan Wacana Baru mengenai bahasan-bahasan yang menyangkut Rahasia Otak Manusia

Karena tulisan ini agak panjang, maka akan dibuat berseri.

PENDAHULUAN

Eksplorasi tentang keajaiban otak sudah dilakukan dari dulu sampai saat ini.

Dari penyelidikan ilmiah telah ditemukan bahwa efisiensi pemakaian otak baru bisa mencapai maksimal 20% dari dari total kemampuan yang ada. Inipun diperoleh oleh orang yang memang benar-benar luar biasa.

Berbagai cara ditempuh untuk meningkatkan kemampuan otak ini dengan hasil yang belum jelas.

Semua hal yang dikaitkan dengan Otak dikatakan Rasional, sedangkan diluar bidang itu dianggap irrasional.

Sedangkan di sisi lain, explorasi tentang Hati hanya terbatas di dalam ruang-ruang religi dengan bahasan yang berhubungan dengan religi dan sifat-sifat manusia.

Belum pernah ada cakupan bahasan yang memadukan antara Hati dan Otak.

Dalam pembahasan kali ini akan dipaparkan tentang adanya hubungan Hati dan Otak, serta pengaruh hati terhadap kinerja dan Efisiensi Otak.

Pembahasan tidak akan sampai ke detil ilmiah, dan hanya mengemukakan pokok-pokonya saja, karena ruang ini tidak akan dipakai untuk pembahasan ke detil.

Sebelum di bahas ke hal-hal yang lebih detil akan dikemukakan terlebih dahulu beberapa fakta yang kita alami sehari-hari dimana kita tahu tapi tidak menyadarinya.

Satu fakta yang perlu dikemukakan saat ini adalah: Manusia Modern telah melakukan kesalahan Terbesar atau boleh dikatakan Fatal, karena terlalu mengeksplorasi Otak dengan mengabaikan keterkaitannya dengan Eksplorasi Hati . Yang ada saat ini adalah Eksplorasi Otak dan Eksplorasi Hati berjalan sendiri-sendiri, seolah tidak ada kaitannya sama sekali.

 

Sebelum kita bahas, mari kita perhatikan Hadits dan beberapa ayat berikut:

H.R Bukhari-Muslim

“Ingatlah, bahwa dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Akan tetapi, bila ia rusak, akan rusak pula tubuh itu seluruhnya. Segumpal daging itu bernama hati!”

Al Qur’an Al-Hajj (22:46)

maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.

As Sajdah (32:9):

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

Al Mulk (67:23)

23. Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.

KEDUDUKAN OTAK DI DALAM ALQUR’AN

Sesungguhnya manusia itu dilihat, dikenal, dikenang dari Hatinya. Secara biologis, hati adalah segumpal daging yang berfungsi menyaring darah. Segumpal daging ini dipakai sebagai wadah bersemayamnya Ruh seseorang.

Kedudukan Otak, tidak seperti yang digambarkan seperti sekarang ini.

Otak hanyalah bagian dari tubuh seperti halnya Tangan, Kaki, dan yang lain.

Otak yang cerdas, Otak yang sedang-sedang saja, atau otak yang Bodoh, dapat dikorelasikan dengan anggota tubuh lain, misalnya Tangan, ada tangan yang Kokoh cekatan, ada tangan yang biasa saja dan ada tangan yang lemah.

Bila kita perhatikan AlQur’an, hal-hal yang berhubungan dengan kata-kata: MEMAHAMI, MENGERTI, MENGETAHUI selalu dikaitkan dengan HATI bukan dengan OTAK. Dengan kata lain sebenarnya KECERDASAN YANG SEJATI adalah KECERDASAN HATI, bukan KECERDASAN OTAK.

Otak hanya berfungsi sebagai Pembantu seperti halnya Tangan, Kaki, Telinga dan Mata.

Otak yang Cerdas dapat melebarkan daerah Rasionalnya ke daerah yang dianggap masih irrasional.

Difinisi dari Rasional adalah hal-hal apa saja yang masih bisa diterima oleh kemampuan Otak, dan yang tidak bisa diterima dengan Otak dianggap irrasional.

Rasionalitas selalu berkembang dengan kemajuan-kemajuan yang diperoleh manusia. Sebagai contoh: pada saat pertama kali Sepeda ditemukan, masyarakat umum menganggap bahwa ini irrasional, dan dianggap permainan sihir. Pada saat itu dianggap bahwa tidak mungkin dua roda dapat berdiri tanpa penopang apapun. Sedangkan sekarang kalau ada orang berpendapat bahwa tidak mungkin ada sepeda beroda dua dapat berdiri pasti akan dianggap orang yang paling bodoh di dunia.

Otak yang cerdas dan otak yang bodoh dapat dikorelasikan dengan anggota tubuh yang lain yaitu kaki yang kuat dan cekatan dengan kaki yang lemah atau bahkan harus memakai penopang.

KORELASI HATI DAN OTAK

Korelasi antara HATI dan OTAK adalah sebagai berikut:

HATI – – Yang Utama, tempat bersemayam Ruh, atau dikatakan sebagai Raja, sebagai Pusat Kendali, baik kendali sadar maupun yang tidak sadar, yang nyata maupun yang tidak nyata

TUBUH dan ANGGOTA TUBUH yang lain : Pembantu-pembantu Raja, termasuk disini adalah anggota tubuh OTAK.

 

Kinerja dari para pembantu sangat dipengaruhi oleh kondisi HATI, demikian juga OTAK. Kinerja OTAK sangat dipengaruhi oleh kondisi HATI secara seutuhnya.

Semakin baik kondisi Hati, maka akan semakin optimal kinerja seluruh anggota tubuh, termasuk kinerja Otak.

Sehingga apabila kita ingin meningkatkan fungsi dan kerja otak, mau tidak mau kita harus berbaik baik dengan hati. Volume Otak tidak berkolerasi secara signifikan terhadap kecerdasan seseorang.

Ini dapat digambarkan seperti pada bidang Pertanian, melakukan pola Intensifikasi atau Ekstensifikasi.

Intensifikasi adalah mengeksplorasi yang ada supaya efisiensi semakin meningkat. Dengan lahan tanah tertentu dapat menghasilkan hasil kebun yang jauh lebih berlimpah.

Sedangkan ekstensifikasi adalah : dengan menambah luas tanam maka akan didapat hasil yang lebih banyak.

Dengan mengeksplorasi Otak dikaitkan dengan Hati akan memberikan hasil yang sangat signifikan, yaitu efisiensi otak akan meningkat tajam.

(akan dilanjutkan ke Bagian 2)

 

5 pemikiran pada “KESALAHAN TERBESAR MANUSIA MODERN (Bagian 1)

  1. Kulonuwun Den Bagus,
    Wah, apa yang selama ini sering kita bicarakan dan diskusikan sudah tertuang dengan manis dalam tulisan ini. Den, teruslah menyuarakan Kebesaran dan kebenaran “Hati”. Hati berasal dari Allah, dia tdak pernah salah, hanya manusia yang diberikan saja yang salah membungkusnya dan salah membentuknya.
    Salam sukses,
    Sobatmu, yang rajin mendengar dan mengikuti suara hati.

  2. Assslamualaikum wr. wb.
    memang benar apa yang anda tulis diatas. pada dasarnya manusia hidup cuma butuh hati yang bersih dan suci. apalah artinya punya otak jika hatinya kotor. klo otak kita bisa menilai langsung tapi klo hati ???? karena jika hati kita sehat maka segala yang ada didalam tubuh kita akan sehat dan saya sudah membuktikannya sendiri.
    salut untuk tulisannya.

  3. sebenarnya yang dimaksud dengan otak didalam al Qur’an adalah akal. dimana akal berbeda dengan otak. otak merupakan organ sebagaimana dengan organ-organ yang lain di dalam tubuh manusia, sedangkan akal adalah proses berpikir dimana dalam proses berpikir tersebut membutuhkan empat komponen yakni otak, indera, fakta/obyek serta informasi sebelumnya. dengan akal inilah, manusia berbeda dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. semua hewan memiliki otak namun tidak bisa berpikir karena memang otak bukan untuk berpikir. yang menjadikan manusia dapat berperilaku yang luhur sangat dipengaruhi oleh informasi-informasi yang ia terima kemudian disimpan dalam otaknya, jika informasi yang dimiliki dan disimpan dalam otaknya adalah informasi yang salah dan berasal dari pemikiran di luar islam sudah pasti berilakunya jauh dari islam.

  4. Kalau otak/akal manusia dibimbing oleh wahyu dia akan menjadi insan yang hakiki,tetapi kalau akal meremehkan wahyu maka dia akan menimbulkan sifat sombong dan angkuh dan lebih condong kepada durhaka pada Allah,Akal harus tunduk pada wahyu,wallahu’alam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s