Lho Pak Sanip sekarang berbuat Syirik….

mobilkeris.jpgPagi hari, matahari masih agak enggan menunjukkan dirinya. Hawa masih dingin dan terasa segar.

Pak Sanip sedang duduk-duduk di teras depan rumah sambil mengelus-elus dan membersihkan keris. Rupanya pak Sanip terlalu serius dalam pekerjaannya sehingga dia sampai melompat kaget saat disapa pak Bejo yang kebetulan lewat di depan rumahnya.

“Pagi pak Sanip”, seru pak Bejo dengan suara menggelegar dan berat khas pak Bejo. “Wah, bapak bikin kaget saya saja. Hampir saja saya tergores keris ini. Pagi juga pak Bejo, tumben pagi-pagi sudah mampir kesini”.

“Lho, saya nggak tahu kalau pak Sanip ini juga memelihara Keris. Wah aneh benar, yang namanya pak Sanip orang soleh sak kampung kok nyimpan keris segala. Itu kan syirik pak. mBok ya di dalam saja biar tidak ada yang lihat”, pak Bejo langsung berkomentar dengan kegiatan yang dilakukan pak Sanip.

Pak Sanip tetap asyik mengelus-elus kerisnya seolah-olah tidak mendengar pernyataan dan pertanyaan pak Bejo. Tiba-tiba pak Sanip bertanya yang tidak ada hubunganya dengan pernyataan pak Bejo: “Eh pak Bejo, gimana dengan mobil baru Bapak yang bapak beli 6 bulan lalu. Kemarin saya lihat di jalan sampai kagum-kagum saya. 6 bulan sudah dipakai kok masih kayak baru saja”.

“Lha wong saya pak”, pak Bejo sambil memperagakan orang membusungkan dada sambil tertawa.

“Mobil itu tiap hari, bahkan kadang 2 kali saya cuci dan sedot debu pak. Habis sayang banget saya sama mobil itu”.

“Seminggu sekali, saya masukkan ke pencucian di steam, sampai rumah saya gosok pakai Kit biar mengkilap, terus saya pilih parfum yang paling baik di mobil. Biar keren dan krasan makenya pak”.

“Oh Pantes..”, kata pak Sanip pendek, sambil terus mengelus-elus kerisnya.

“Emang ada apa pak, kok tanya mobil. Saya nanya bapak masalah Keris belum di jawab malah nanya mobil saya.Terus pertanyaan saya tadi gimana pak”.

“Pak Bejo… pak Bejo, saya membersihkan keris terus saya kasih minyak wangi bapak komentari syirik. Saya sayang-sayang bapak komentari syirik. Lha yang Bapak lakukan sama mobil Bapak itu kan sama dengan saya Pak. Saya membersihkan ini paling 1 tahun sekali atau pol-polnya 2 kali, lha Bapak ini tiap hari malah kadang 2 kali. Yang syirik itu sebenarnya siapa dan bagaimana to pak Bejo?” Jawab pak Sanip panjang lebar.

“Ya tapi Bapak kan menganggap keris itu punya kehebatan. Itu kan syirik pak”, pak Bejo nggak mau kalah.

“Begini ya pak Bejo, syirik enggak itu terletak di hati, bukan di benda atau sarana. Semua itu seperti mata uang, tergantung hati kita. Contohnya bapak ke kubur, kalau sekedar ziarah dan mendoakan itu sunah dan sah-sah saja, malah bagus ngingetin bahwa kita nanti juga akan mati. Tapi bisa juga jadi syirik, misalnya pak Bejo ke kuburan minta berkah yang sudah meninggal, atau minta nomor”.

“Keris, ini juga bisa syirik atau enggak. Kalu niatnya mempunyai itu karena menghargai produk keris tersebut misalnya keindahannya, kerumitannya, campuran logamnya yang luar biasa. Terus di rawat dibersihkan, itu kan nggak syirik pak. Beda kalau benda itu bapak percaya memiliki kekuatan sehingga bapak mulai condong ke kekuatan itu dibanding pertolongan Allah, kebesaran Allah, itu jelas-jelas syirik Pak”.

“Mobil bapak juga begitu, bisa syirik bisa enggak. Kalau bapak berfikir wah mobil ini bawa hoki saya, soalnya setelah saya pakai ini bisnisku jadi lancar, maka harus kusayang-sayang, itu jelas syirik pak. Kalau Bapak berfikir Alhamdulillah saya sudah ada sarana memperlancar bisnis saya, na ini tidak syirik pak”. Kata pak sanip panjang lebar sambil menyarungkan keris ke dalam rangkanya.

“Sudah sini duduk dulu, kita ngupi dulu biar badan hangat” Pak Sanip mempersilahkan pak Bejo Duduk.

2 pemikiran pada “Lho Pak Sanip sekarang berbuat Syirik….

  1. Bagaimana dengan pimpinan perusahaan pak kalo kita kadang kan takut kalo bos tidak suka terus kita dipecat tidak punya kerja…..
    syirik juga nggak pak? soalnya cerita orang di phk kan dimana mana ada??

  2. assalamu’alaikum,
    Rasa takut hanya pada Allah semata, dan kita bekerja dengan niat Bismillahirahmanirrahim (benar-benar sesuai antara ucapan lisan dan terhunjam dalam hati), Insya Allah kita akan bekerja terbaik.
    Kalau sudah begitu misalnya, bos masih tidak suka dan akhirnya memecat kita, semua kita serahkan ke Allah.
    Yakinlah bahwa Allah selalu memberi yang terbaik untuk kita. Allah maha kaya, Dia-lah yang memberikan rizki pada kita.
    Keraguan pada hal ini (walau sekecil apapun), itulah yang akan menyengsarakan kita.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s