Dahsyatnya kekuatan Doa…

doa.jpgPak Bejo belakangan ini kelihatan kusut muka dan kusut badan. Pekerjaannya kalau nggak melamun, ya mondar-mandir di sekitar rumahnya atau nongkrong di Pos Ronda.

“Pak Bejo saya perhatikan akhir-akhir ini kok kusut banget seperti pakaian yang nggak pernah disetrika kaya gitu. Ada apakah gerangan yang terjadi?, kata pak Sanip memulai pembicaraan.

“Saya pusing pak Sanip. Rejeki akhir-akhir ini kayaknya seret banget. Udah usaha tapi sepertinya mandeg di tengah jalan” keluh pak Bejo.

“Bapak sudah usaha sungguh-sungguh belum pak?”.

“Ya rasanya sih sudah pak. Saya sudah berusaha sungguh-sungguh” ujar pak Bejo menjawab pertanyaan pak Sanip.

“Mohon maaf pak Sanip, saya tidak tahu masalah sebenarnya pak Bejo, tapi saya ingin bicara sesuatu yang mudah-mudahan bermanfaat untuk pak Bejo”, kata pak Sanip. “Silakan saja pak, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi saya”.

“Begini pak Bejo” pak Sanip memulai berbicara.

“Kita ingat kanjeng nabi Kita, dia adalah manusia pilihan di bumi ini, dan dialah satu-satunya orang di dunia yang menyandang Habibullah atau Kekasih Allah. Sebuah kedudukan yang sangat mulia. Sedang kita itu apa? Kedudukan kita dengan beliau ibaratnya debu air comberanpun masih begitu terhormat”.

“Bapak lihat sepak terjang beliau. Pernah dilempari batu sampai berdarah-darah. Bersembunyi dari kejaran kaum Qurays yang ingin membunuhnya. Sering perutnya diganjal kantong yang berisi kerikil untuk menahan laparnya. Diejek diludahi. Sepatunya harus sering dijahit oleh tangan beliau sendiri karena sobek, pindah tempat berhijrah, dan masih banyak perjuangan yang luar biasa yang beliau lakukan. Bapak tahu makna peristiwa-peristiwa ini pak Bejo?”

“Ceritanya, sejarahnya saya tahu pak Sanip, tapi maknanya saya kurang paham”, ujar pak Bejo.

” Beliau ingin menunjukkan pada kita pak Bejo. Bahwa kita harus bersungguh-sungguh di dalam mengejar rahmat Allah. Kita harus bekerja keras dan bekerja cerdas pantang putus asa. Yang Nabi pilihan Allah saja berjuang mati-matian untuk kehidupannya, lha kok kita mau kerja dan berusaha sekedarnya saja, terus mengharap yang berlebih”.

“Ya pak, tapi hasilnya begini-begini saja pak Sanip” ujar pak Bejo.

“Jangan memikirkan hasil pak Bejo, jalankan sarana yang telah diberikan Allah sungguh-sungguh, yaitu bekerja dan berusaha sungguh-sungguh. Hasilnya itu terserah Allah dikabulkan atau tidak, wong itu hak Prerogatif Allah. Setelah bersungguh-sungguh berdoalah dan kemudia bertawakal. Lihat nabi kita yang sudah jaminan surga, setelah malam tiba beliau melaksanakan ibadah sampai kakinya bengkak-bengkak, dan selalu menangis pada saat berdoa. Pada saat itu kanjeng nabi berdoa dan bertawakal, berserah diri sepenuhnya kepada Allah”.

“Contohlah kanjeng nabi kita, berusaha sungguh – sungguh dengan ikhlas, berdoalah dan bertawaiallah. Insya Allah pak Bejo akan menemukan DAHSYATNYA KEKUATAN DOA“, pak Sanip menutup pembicaraan.

7 pemikiran pada “Dahsyatnya kekuatan Doa…

  1. Ping balik: Ya Tuhanku, kenapa engkau tidak menolongku ? « Nrimo Ing Pandum

  2. LUAR BIASA… Kadang kita lupa bahwa hiduo kita itu sudah merupakan rahmad yang sungguh mulia, kita di berikan kesempatan hidup memang untuk berjuang karena sejak kita masih jadi sperma pun kita sudah harus berjuang untuk menjadi seorang manusia sempurna, berdoalah Tuhan pasti mendengar dengan sungguh sungguhlah Tuhan pasti akan kabulkan

  3. Ping balik: Ya Tuhanku, kenapa engkau tidak menolongku ? « TEDAS

  4. Aku selalu mengabulkan doamu wahai hamba-Ku, aku justru menolongmu dengan rahmat dari langit berupa hujan yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang engkau ambil manfaatnya.., namun tentu bukan tugas-Ku membersihkan sampah-sampah yang menyumbat, menuntaskan pembabatan hutan, membuat drainase, dan berlaku disiplin menjaga stabilitas lingkungan. hujan dari langit adalah Hak-Ku sebagai Tuhan, dan sisanya adalah kewajibanmu sebagai hamba… Hujan dari langit adalah takdir yang aku tentukan, sisanya adalah usahamu menrubahnya menjadi rahmat atau bencana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s