Dan Setanpun menangis…….

devil01.jpgDi negara persetanan saat ini mengalami problem yang sangat serius. Sang Raja dan para Menterinya mengadakan rapat – rapat Maraton untuk mengatasi masalahnya.

Apa pasal,

Telah terjadi pengangguran besar-besaran di wilayah tersebut, mulai dari Setan dengan tingkat Pendidikan tinggi, apalagi setan-setan yang berpendidikan Rendah.

Setelah melakukan rapat-rapat maraton, diperoleh kesimpulan kenapa terjadi pengangguran besar-besaran. Ternyata target market mereka, yaitu manusia sudah banyak berkurang.

Timbul pertanyaan besar, bukankah jumlah manusia di bumi ini semakin lama semakin bertambah, kenapa hasil laporan Badan Statistik Negara menyatakan penurunan yang signifikan?

Raja memerintahkan Survey besar-besaran untuk mencari tahu terjadinya Anomali ini, apakah manusia-manusia jaman sekarang lebih tangguh terhadap godaan setan, atau ada penyebab lain.

Setelah dilakukan Survey diperoleh kesimpulan yang dilaporkan kepada sang Raja Setan. Laporannya adalah sebagai berikut:

Jumlah manusia di bumi tidak berkurang, malah terus bertambah banyak

T arget Market berkurang karena ternyata manusia sudah tidak membutuhkan Setan lagi dalam kiprahnya di bumi.

Penyebab manusia tidak membutuhkan setan bukan karena mereka sudah semakin kokoh imannya, justru tanpa bantuan Setanpun manusia sudah berperilaku seperti Setan, bahkan melebihi Setan dengan jalan menghamba dan mengikuti Hawa Nafsunya.

Hawa Nafsu adalah Tuhan-Tuhan yang semakin mengokohkan hegemoninya.

Hati adalah Raja. Kalau kita bilang “AKU” itu berarti seperti apa “HATIMU”.

Raja yang lemah, adalah raja yang tidak pernah bekerja keras berlatih memimpin. Raja yang lemah akan dikuasai oleh Asistenya Hawa Nafsu dan disokong penuh oleh Menteri Utamanya yaitu Otak.

Untuk mengetahui siapa ‘AKU’ sebenarnya sebenarnya sangat mudah. Pada saat bulan Ramadhan, seluruh Setan di rantai, dibelenggu sehingga selama bulan suci tidak ada kesempatan untuk menggoda manusia.

Lihatlah ‘AKU’ pada bulan itu, seperti apakah ‘AKU’. Mampukah kita menguasai diri sendiri, atau kita hanya sekedar menipu. Hanya ‘AKU’ dan Allah yang tahu.

Jika ‘AKU’ berperilaku tidak sesuai dengan tuntunan agama, maka itu BUKAN KARENA GODAAN SYETAN, tetapi sudah murni ‘AKU’ telah menghamba pada ‘HAWA NAFSUKU’ sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s