Bersabar .. Bersyukur.. bagaimana memaknainya

Apabila kita mendapat kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan selalu orang bilang bersyukurlah kamu sudah diberi kenikmatan dan kelebihan.

Apabila kita mendapat musibah, halangan, penyakit selalu orang bilang bersabarlah kamu sedang dapat cobaan.

Setelah direnung-renungkan dalam-dalam, nyuwun sewu sepertinya kita ini secara sadar dan nggak sadar sudah mengikuti paham kebendaan, paham keduniaan. Semua diukur dari kenikmatan yang kita peroleh atau kesengsaraan yang menimpa kita.

Mari kita simak pelajaran dari Al Qur’an mengenai Nabi Sulaiman AS dan Nabi Ayub AS.

Dua nabi ini benar-benar bertolak belakang “nasib”nya, kanjeng Nabi Sulaiman diberi kelebihan yang sangat berlebihan, bahkan sampai dengan semutpun bisa berbicara, sedang nabi Ayub diberi kekurangan yang sekurang-kurangnya, bahkan untuk badan sehat saja sampai tidak punya.

Taapii…, beliau-beliau ini punya satu persamaan. Apa itu? . Kedua-duanya sangat dikasihi Allah s.w.t (semoga saya dan anda juga disayang Allah Amien).

Mari kita amati bersama kedua beliau ini dalam konteks Bersabar dan Bersyukur..

Apakah nabi Sulaiman begitu bersyukur karena dengan segala kelebihan-kelebihan yang diberikan, dan apakah nabi Ayub begitu bersabar dengan begitu banyaknya kekurangan dan penderitaannya?

Jawabnya: Betul, tapi kurang tepat!

Setelah direnung-renungkan (istilah kerennya kontemplasi ?🙂 ) akhirnya ada kesimpulan yang bisa diambil yaitu:

  • Nabi Sulaeman AS memang benar selalu bersyukur, tetapi beliau lebih banyak bersabarnya. Dengan melebihkan porsi kesabaran dibanding porsi bersyukurnya membuat kanjeng Nabi Sulaiman tetap tawadu, sederhana, dan selalu menangis dan memohon ampun pada Allah s.w.t
  • Nabi Ayub AS memang benar selalu bersabar, tetapi beliau lebihmemperbanyak syukurnya. Dengan melebihkan rasa syukurnya beliau tetap senantiasa tersenyum dan tawadu. Dan tetap selalu berdoa dan menangis pada Allah s.w.t atas segala karunia yang telah diberikan kepada beliau.

Apa yang bisa kita petik?.

Pada saat kita diberikan kenikmatan, kelebihan, dan lain-lain, marilah kita bersyukur, tapi perbesarlah porsi bersabarnya, agar kita dapat terhindar dari godaan syetan yang mengerikan yaitu: Ujub.

Apabila kita memperbanyak syukur, tapi lupa porsi bersabar, bisa bisa kita secara tidak sadar menjadi Ujub. Merasa jadi manusia yang disayang Tuhan, dan fatalnya pada saat kita melakukan ibadah, secara tidak sadar kita sudah menghubung-hubungkan antara ibadah dan kenikmatan dunia yang kita peroleh. Mudah-mudahan kita tidak begitu.

Pada saat kita diberikan kemalangan, kekurangan, sakit, dan lain-lain, marilah kita bersabar, tapi perbesarlah porsi bersyukurnya, agar kita terhindar dari godaan setan yang mengerikan yaitu: menjadi kufur.

Dengan jalan ini, Insya Allah kita akan selalu ikhlas dan tawakal dalam menjalani hidup. Selalu ikhlas dalam melaksanakan kehidupan kita dalam keadaan apapun.

Dengan keikhlasan, maka kita akan menjadi amanah, yaitu selalu melaksanakan pekerjaan, tugas dengan sungguh-sungguh.

Wallahu A’lam.

2 pemikiran pada “Bersabar .. Bersyukur.. bagaimana memaknainya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s