«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارُ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ»
Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; dan setan-setan dibelenggu (HR Muslim).
Setan-setan dibelenggu
Tidak ada kesempatan mengganggu
Apa yang kita mau dan tidak mau
Seperti apa Aku saat ini?
Waktu yang tepat untuk bercermin diri
Dapat melihat seluruh wajah asli
Apakah aku masih senang bermaksiat
Apakah aku masih senang mengumbar laknat
Apakah aku masih ringan menjalankan dosa
Tanpa beban tanpa Rasa
Ataukah aku semakin tunduk
Pagi siang malam menangis terguguk
Mengingat dosa yang semakin bertumpuk-tumpuk
Sedangkan tulang belulang sudah semakin lapuk
Ramadhan . . . .
Inilah waktu yang tepat bercermin diri
Apa yang kita lakukan bukan karena dihasut dan digoda oleh Setan yang pendengki
Tetapi karena memang kemauan kita sendiri
Yang mampu atau tidak mampu mengendalikan diri
dari nafsu-nafsu yang diumbar atau yang terkendali





Waduh kalau rahmadan setan setan di belenggu dan tidak ada kesempatan mengganggu,berarti nggak ada orang jelek dong di bulan itu,alias bagus semua,nggak ada orang korupsi dong,kasihan para koruptor ya mas,badahal habis rahmadan itu 1 syawal alias lebaran,nggak bisa beli mobil baru,
Oleh: kiwahyu on Agustus 4, 2009
at 8:58 pm