Oleh: bdautika | Oktober 8, 2009

Lahirmu, Hidupmu, Nasibmu dan Matimu

Kita tidak bisa memilih

Kapan kita Lahir dan siapa Bapak dan Ibu kita,

apakah bapak ibu kita miskin, kaya,  jelek, cantik, terkenal atau tidak

Itu hak Allah,

Kita tidak bisa memilih

Kapan kita mati

apakah hari ini, besok, pagi, petang, di rumah, di jalan

Itu hak Allah

Antara rentang kelahiran dan kematian,

terdapat ruang kehidupan,

pun demikian, seperti halnya kelahiran dan kematian

Kita tidak dapat memilih rejeki dan nasib kita,

apakah kaya,miskin, terkenal, memiliki kerajaan atau terhinakan

Itu hak Allah.

Di dalam ruang kehidupan kita,  rejeki dan nasib ibarat sepiring nasi di meja kita,

Allah telah memberikan masing-masing sepiring nasi untuk seluruh makhluknya

Ada yang piring dari tanah liat, ada yang dari gelas, ada yang dari perak ada yang dari emas

Ada yang piringnya kecil, ada yang sedang dan ada yang besar

Masing-masing sudah diberikan sesuai dengan kadarnya

Ikhtiar dan Upaya manusia ibarat upaya kita menggerakkan tangan untuk menyendok makanan di piring kita,

tanpa ikhtiar dan upaya,

mustahil kita dapat memakan apa-apa yang ada di piring

Allah tidak pernah menyengsarakan semua ciptaannya,

Allah telah menjamin rejeki setiap makhluknya,

Kesengsaraan adalah karena perbuatan dirinya sendiri,

dengan malas menggerakkan tangan ke piring,

dengan sembarangan menggerakkan tangan ke piring sehingga banyak yang tercecer.

Orang yang tidak menerima kodrat yang telah diberikan,

akan berlaku bengkok,

dengan jalan merampas piring yang lain dengan jalan kesesatan.

Ya Allah,

engkau maha Mulia,

Ampunilah kami,

Selalu tunjukkan kami di jalan yang lurus,

sehingga kami selalu melakukan ikhtiar dan upaya yang selalu terjaga

dari hawa nafsu kami

Oleh: bdautika | Juni 11, 2009

Capture Layar

PrtSc atau PrintScreen bawaan Windows dapat dipakai untuk meng-capture layar. Cukup dengan tekan PrtSc lalu buka editor gambar, misalnya MSPaint kemudian tekan CTRL-V (untuk Paste), gambar layar sudah tercopy.

Tetapi fasilitas PrtSc ini fungsinya sangat mendasar sekali. Sebagai contoh kita akan mengcapture untuk area tertentu di layar, kita tidak dapat menggunakan PrtSc. Paling bisa ya, PrtSc lalu di edit di editor gambar.

Ada cara yang jauh lebih mudah dan menggunakan program kecil yang mudah. Bagusnya lagi, program tidak perlu di install, jadi bisa disimpan di flashdisk dan di jalankan pada komputer yang kita ingin mengcapture layarnya.

Program ini dibuat oleh Faststone dan disebut Faststone capture.

Program ini bener-bener free, silakan Download Faststone Capture disini

Mudah2an bermanfaat!!

Oleh: bdautika | Desember 3, 2008

info gudang e-book segudang . . .

Mencari ebook?
Capek mencari kesana dan kesini?
lebih baik capek melihat disatu gudang, dijamin penuh dengan buku-buku yang mungkin cocok dengan keinginan kita.
Cukup di bookmarks satu situs saja.
Situsnya : http://cyberwarez.info

Caranya?
1. Masuk ke situs http://cyberwarez.info
2. Register menjadi member (gratis)
3. Silakan login
4. Selamat!!!, silakan bercapek ria untuk melihat buku yang begitu banyak

Oleh: bdautika | Oktober 6, 2008

Pintu dan Kunci Nya . . .

pintu dan kunci

Dalam kita menjalani hidup dan kehidupan ini, ada dua hal yang penting sebelum kita kembali.

Hal pertama dan hal kedua semuanya penting dan tidak dapat ditinggalkan salah satunya.

Dua hal ini ibarat Pintu dan Kuncinya. Pintu tanpa kunci? Kita hanya dapat memandang keindahannya tanpa kita dapat masuk kedalamnya.

Kunci Tanpa Pintu? Kita hanya dapat menimang-nimang keelokan kunci tanpa kita tahu Pintu mana yang harus kita masuki.

Beramal sholeh, bekerja dengan sungguh-sungguh dengan amanah dan jujur, berbuat beramal setiap hari untuk sebesar-besar manfaat kita untuk orang lain dimulai dari orang tua kita, keluarga dan anak-anak serta lingkungan sekitar kita.

Ini adalah ibarat pintunya.

Semakin kita beramal sholeh dan semakin besar manfaat kita bagi sesama akan semakin indahlah Pintu yang kita buat, tapi kita tak pernah bisa memasukinya karena tidak memiliki kunci.

Memelihara sholat, berdzikir dan berdoa untuk mendekatkan diri pada tuhan kita yang Agung Allah s.w.t ibarat kita membuat Kunci yang indah untuk Pintu yang telah kita buat.

Apabila kita telah melaksanakan kedua-duanya, maka selamatlah kita. Kita telah membangun Pintu gerbang menuju Ilahi, menuju ridhonya.

Orang yang tidak pernah melakukan kedua-duanya, celakalah dia.

Dia tidak akan pernah kemana-mana. Dia akan terkurung dengan ruangannya sendiri beserta segala nafsunya, sampai akhir.

Oleh: bdautika | Oktober 6, 2008

Inilah Aku, . . . . , Apa Adanya . . .

«إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةُ وَ غُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارُ وَ صُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ»

Jika Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka; pintu-pintu neraka ditutup; dan setan-setan dibelenggu (HR Muslim).

Setan-setan dibelenggu

Tidak ada kesempatan mengganggu

Apa yang kita mau dan tidak mau

Seperti apa Aku saat ini?

Waktu yang tepat untuk bercermin diri

Dapat melihat seluruh wajah asli

Apakah aku masih senang bermaksiat

Apakah aku masih senang mengumbar laknat

Apakah aku masih ringan menjalankan dosa

Tanpa beban tanpa Rasa

Ataukah aku semakin tunduk

Pagi siang malam menangis terguguk

Mengingat dosa yang semakin bertumpuk-tumpuk

Sedangkan tulang belulang sudah semakin lapuk

Ramadhan . . . .

Inilah waktu yang tepat bercermin diri

Apa yang kita lakukan bukan karena dihasut dan digoda oleh Setan yang pendengki

Tetapi karena memang kemauan kita sendiri

Yang mampu atau tidak mampu mengendalikan diri

dari nafsu-nafsu yang diumbar atau yang terkendali

Oleh: bdautika | Maret 30, 2008

Pohon Rejeki . . .

pohon rejeki“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (Ath-Thalaq: 2-3).

“Sungguh, seandainya kalian bertawakal kepada Allah sebenar-benar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. At-Tirmidzi).

Pada saat Ruh ditiupkan,

Manusia bersumpah untuk berbakti pada Allah,

kemudian salah satunya dituliskan garis Rejekinya, apakah banyak atau sedikit…

Banyak atau sedikit sudah diukur agar cukup untuk setiap manusia,

Garis Rejeki manusia ibarat Pohon Buah. . .

Seseorang mendapatkan Pohon Buahnya masing-masing

Ada yang mendapatkan pohonnya Besar dan Rindang penuh dengan buah

Ada yang mendapatkan pohonnya sedang dan cukup Buahnya

Ada yang mendapatkan pohonnya kecil dan sedikit buahnya

Semua sudah ditentukan dan digariskan

Pohon kecil, pohon sedang, pohon besar . . . semua sudah diukur dan pasti akan mencukupi hajat masing-masing manusia.

Manusia sendirilah yang menyengsarakan dirinya sendiri.

Pohon rejekinya tetap harus dipanjat dengan usaha dan pemikiran, agar manusia dapat memetik buah dari pohonnya

Hanya duduk dan termangu di bawah pohonnya, dia hanya akan mendapatkan buah-buah yang hanya kadangkala jatuh

Dan kadangkala tidak pernah jatuh

Pohon rejekinya, selain perlu dipanjat dengan sungguh-sungguh, juga perlu dirawat dan dipupuk.

Merawatnya dengan Iman dan Taqwa

Memupuknya dengan Infaq shodaqoh

Memanjatnya dengan pemikiran, usaha dan doa

Tanpa merawat, dia akan tetap mendapatkan buahnya, tapi buah yang tidak sehat

Dirawat tanpa memupuk, dia tetap akan mendapatkan rejekinya, dengan buah yang baik tapi jumlahnya terbatas

Dengan merawat dan memupuk, dia akan mendapatkan buah yang baik dan Allah akan menumbuhkan dahan baru dan buah baru yang lezat.

Doa, akan membimbing pemanjat ke dahan-dahan yang kuat dan berbuah dan menghindarkannya dari menginjak dahan-dahan yang rapuh

Yang duduk bermalas-malasan, tidak pernah belajar dengan sungguh-sungguh, tidak menggunakan segala daya upaya pemikiran dan tenaganya, maka dia tidak akan mendapatkan buahnya secara maksimal.

Dia telah menyengsarakan dirinya sendiri…..

Oleh: bdautika | Maret 9, 2008

Dan Gajahpun Tersenyum . . . .

gajah.gifSebuah Kisah klasik, yang hampir semua orang pernah mendengarnya.

Ada seekor Gajah di dalam ruang yang Gelap Pekat, kemudian ada beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu.

Dikatakan kepada mereka : “Engkau akan menjumpai seekor Binatang Besar di dalam ruangan ini, coba engkau kenali dengan baik-baik Binatang ini”.

Kemudian orang-orang ini dengan tertatih-tatih mencoba mendekati Binatang ini, dan selang beberapa waktu akhirnya mereka mampu mencapai dan menggapai si Gajah. Kemudian di dalam kegelapan itu masing-masing orang berusaha melakukan observasi. Tentu saja observasi ini sangat dipengaruhi dengan keadaan masing-masing orang, baik pengalamannya, ketinggian ilmunya, Kebijaksanaannya dan lain-lain.

Setelah selesai melakukan observasi, akhirnya orang-orang tersebut keluar dari ruangan tersebut, dan berkumpul di sebuah ruangan diskusi. Mereka masing-masing tentu saja mempunyai gambaran sendiri-sendiri mengenai binatang yang baru saja mereka observasi.

Dari hasil pembicaraan Awal ternyata hasil Observasi masing-masing hasilnya berbeda, yaitu:

  • Binatang ini seperti Kipas : karena saat itu kebetulan dia memegang Kuping gajah yang Lebar
  • Binatang ini seperti Tali Jemuran : kebetulan orang ini memegang Ekor Gajah
  • Binatang ini seperti Ular : kebetulan orang ini memegang Belalai si Gajah
  • Binatang ini seperti Dinding : kebetulan orang ini memegang Perut Gajah yang Besar
  • Binatang ini seperti Pohon yang kokoh : kebetulan orang ini memegang Kaki Gajah yang besar.

Orang Pertama : (yang kebetulan memegan kuping Gajah) mengatakan : “Binatang ini bentuknya Pipih, Lebar seperti Kipas Besar yang biasa kita pakai saat kita kepanasan, itu menurut saya berdasarkan hasil Observasi saya. Dan saya meyakini bahwa Binatang ini benar-benar seperti Kipas, lha kalau saudara-saudara yang lain menganggap bahwa bentuknya bukan seperti Kipas ya silakan saja

Orang Kedua : (yang kebetulan memegang Ekor Gajah) mengatakan : “Sudah pasti, Gajah ini seperti Tali Jemuran, Anda-anda yang menyimpulkan bahwa Gajah tidak seperti Tali Jemuran jelas-jelas telah melakukan kesalahan yang Fatal dan Sesat. Untuk itu saya ulangi sekali lagi, Gajah adalah binantang yang bentuknya seperti Tali Jemuran. Bahwa gajah itu seperti Kipas Angin, Tembok, Ular, Dinding atau Pohon adalah sebuah kesimpulan yang bodoh dan tak berdasar. Percayalah dengan kesimpulan saya, maka anda semua akan selamat.

Baca Lanjutannya…

Oleh: bdautika | Februari 17, 2008

Sebuah Pengakuan . . .

Sebuah syair yang sangat menyentuh dari seorang Pujangga bernama Al Hasan bin Hani al-Hakami, dan kita lebih mengenalnya sebagai Abu Nawas, yang kemudian didendangkan dengan cukup apik oleh mas Jefri Al Bukhari. Untuk lagunya silakan download di Box Lagu (sebelah kanan dng judul Al I’tiraaf).

itiraf0.gif

(Al-I’tiraaf)

itiraf1.gif
Ilaahii lastu lil firdausi ahlaan wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi

itiraf2.gif

Fa hablii taubatan waghfir zunuubii fa innaka ghaafirudzdzambil ‘azhiimi

itiraf3.gif

Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali fa hablii taubatan yaa dzaaljalaali

itiraf4.gif

Wa ‘umrii naaqishun fii kulli yaumi wa dzambii zaa-idun kaifah timaali

itiraf5.gif

Ilaahii ‘abdukal ‘aashii ataaka muqirran bidzdzunuubi wa qad da’aaka

itiraf6.gif

Fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun wa in tathrud faman narjuu siwaaka

Sebuah Pengakuan
Tuhanku… aku tidak layak memasuki syurga Firdaus
Dan aku pun tak mampu menahan siksa api Neraka

Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar

Dosa-dosaku amatlah banyak bagai butiran pasir
Terimalah taubatku, wahai Yang Maha Agung

Umurku berkurang setiap hari, sedang dosa-dosaku terus bertambah
Bagaimana aku sanggup menanggungnya?

Tuhanku… hamba-Mu yg durhaka ini datang bersimpuh menghadap-Mu
Mengakui dosa-dosa dan menyeru memohon kepada-Mu

Bila Kau mengampuni, Engkaulah Sang Pemilik Ampunan
Bila Kau campakkan aku, kepada siapa aku mesti berharap selain dari-Mu?
Oleh: bdautika | September 22, 2007

Buruk Muka Cermin Di Belah

Bulan Suci Ramadhan, bulan penuh Berkah

Segala langit di buka untuk menerima langsung segala sujud manusia

Ramadhan, …. seluruh cermin benar-benar dalam keadaan bersih tak ternoda

karena debu-debu Iblis dan Setan yang memburamkan cermin sedang di belenggu untuk tidak diperkenankan menggoda manusia.

Bercerminlah pada bulan Suci ini,

Maka tampaklah dirimu seperti apa yang benar-benar engkau lihat

Apabila engkau melihat di cermin seorang manusia yang masih melakukan maksiat

Itulah dirimu sebenar-benarnya.

Itulah dirimu yang tak tergoda Setan dan Iblis, sedang melakukan maksiat

Apabila engkau melihat di cermin seorang manusia yang masih melakukan dosa dan dosa dan dosa

Itulah dirimu sebenar-benarnya.

Itulah dirimu yang tak tergoda Setan dan Iblis, sedang melakukan dosa demi dosa

Pada bulan Suci yang penuh berkah ini,

Segala perbuatan dosa, maksiat dilakukan manusia karena benar-benar merupakan kehendaknya sendiri

Bercerminlah… dan tanyakanlah SIAPAKAH AKU

Itulah hakiki bulan Ramadhan, sehingga siapa yang benar-benar mampu bercermin dan memperbaiki diri

Akan mendapatkan dirinya kembali ke Fitrah

Kembali seperti seorang bayi yang masih suci.

Lapar . . . dan dahaga . . . serta mengendalikan segala

merupakan sarana untuk membersihkan hati kita.

Siapakah AKU

hanya engkau dan Tuhanmu yang mengetahui . . .

Oleh: bdautika | Agustus 10, 2007

Fitnah Dunia… Kokohkah kita, atau masih mendua..

Marilah kita belajar bersama. Kita coba buka Al Qur’an Suci kita, surah Yaasiin.

Kita ambil ayat nomor 20 s/d 26:

(020) Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”.

(021) Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

(022)Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

(023)Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku?

(024)Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

(025) Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

(026) Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke syurga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui.

Diceritakan bahwa penduduk sebuah kota ingkar dan tidak beriman kepada Allah. Kemudian didatangkan dua orang utusan untuk memberikan petunjuk.

Kemudian diperkuat dengan seorang utusan lagi dengan maksud memperingatkan penduduk kota agar bertobat.

Pada saat begitu banyak kerumunan penduduk kota yang menolak peringatan utusan-utusan tersebut, datanglah seorang laki-laki dengan tergopoh-gopoh.

Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori